BERSALAH DAN MERASA BERSALAH

dua kata yang hampir sama tapi berbeda maknanya..... 
akan tetapi keduanya bisa membawa kita ke sebuah penghakiman
 

"bersalah" seseorang terkadang tidak merasa bersalah meski dia dinyatakan bersalah, karena apa?karena tiap orang memiliki persepsi yang berbeda mengenai arti kebenaran, benar menurut dirinya, benar menurut undang-undang, benar menurut adat, benar menurut kepentingan dan masih banyak kebenaran-kebenaran yang lain.

so?? bagaimanakah kita mendefinisikan kebenaran itu, sehingga sesorang bisa dinyatakan bersalah???

kebenaran adalah sebuah kata yang sering diucapkan seseorang bilamana hendak menjudge seseorang bersalah, tapi benarkah kebenaran itu adalah sesuatu hal yang benar?atau hanya menjadi alat pembenar sehingga seseorang bisa dianggap bersalah.

the right things is not only the truth but doing something correctly even it sometimes must hurt the others
pada dasarnya bila kita bersalah itu belum tentu benar-benar bersalah, semua itu tergantung dari sudut mana kita melihatnya, karena kebenaran yang mutlak adalah yang termuat dalam Agama, Adat dan Undang-Undang selama Peraturan terkait belum dimanipulasi untuk membenarkan yang lain.


inilah kehidupan kawan, disaat kita berinteraksi dengan lingkungan yang terkait dengan jabatan dan kepangkatan pasti semua akan merasa benar dan benar-benar membuat orang lain menjadi bersalah untuk melindungi dirinya sendiri, munafik bukan???


Tapi kita tidak bisa menghindarinya sekali lagi kita tidak akan bisa menghindarinya karena itu yang kita bisa adalah menjalankan segala sesuatu sesuai dengan rule-rule yang berlaku, sehingga kita bisa menghindari kebenaran yang dipaksakan, karena bagaimanapun juga saat kita bersalah belum tentu kita akan merasa bersalah karena memang kita belum tentu BERSALAH, boleh jadi itu cuma permainan untuk menjatuhkan kredibilitas kita.


hal ini berbeda dengan merasa bersalah, Merasa Bersalah merupakan perasaan di dalam hati, yang diperintahkan oleh Budi Nurani kita sebagai manusia yang beradab, bahwa yang kita lakukan itu merupakan perbuatan yang salah sehingga sisi Nurani dan Hati kita memberontak, menolak dan melawan apa yang diperintahkan oleh logika,Ego dan Nafsu kita. Jadi pada dasarnya disaat kita Merasa Bersalah kita benar-benar telah melakukan perbuatan yang tidak benar dalam arti kita melakukan kesalahan melanggar Norma-Norma di dalam perikehidupan bermasyarakat, dan bukan sekedar karena dipaksakan menjadi benar sehingga kita menjadi salah.


karena, yang sebenarnya tahu apakah kita benar atau salah. Sebenarnya cuma Budi Nurani kita sebagai manusia, dan yang bisa membuat kita merasakan rasa bersalah adalah hati kita, itulah yang membedakan kita dengan makhluk hidup lainnya, jadi apabila kita melakukan perbuatan yang menurut Budi Nurani dan Norma-Norma di dalam masyarakat itu adalah perbuatan yang salah dan kita tidak merasa bersalah karena kita membutakan mata dan hati kita sesungguhnya kita telah membuang nilai kita sebagai manusia yang beradab, dan kita menjadi tidak berbeda dengan makhluk hidup yang lain

jadi kawan saat kamu dinyatakan bersalah dan kamu merasa tidak bersalah

jangan gentar!!!!!!!

karena saat waktunya tiba......
saat itulah tirai kepalsuan tersibak dan kamu akan menjadi benar
dan bukan sekedar pura-pura benar,

dan saat kamu merasa benar dan berusaha membuat orang lain menjadi bersalah padahal dia tidak bersalah,
dan kamu membutakan mata dan hatimu hanya karena EGO dan NAFSU mu maka sesungguhnya kamu telah membuang sisi kemanusianmu

saat itu kamu tidak berbeda dengan makhluk hidup yang lain dan bukan lagi manusia yang beradab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

matahariku...............

prinsip dasar pemerintahan yang baik